Tau nggak, selain Covid-19(21), penyebab kematian terbesar lainnya apa?
PESTA!
Bukan sekadar tasyakuran, supaya orang tahu beliau sudah punya mantu tapi pesta besar dimana orang-orang bisa berkumpul dengan sebagian di antaranya memakai masker.
PPKM darurat, pesta jalan terus.
Kita tak ingin mematikan semua lini usaha termasuk para pengais rupiah yang dihasilkan dari wedding organizer. Katanya tujuan PPKM untuk mengurangi kerumunan, tapi bagi saya berkerumunnya orang di gerai-gerai kecil milik pegiat ekonomi menengah jauh lebih singkat dibanding hajatan, apalagi yang mengadakan ini pejabat publik pimpinan desa. Masih pimpinan desa loh ya? Sudah berapa dusun yang akan datang memberi ucapan selamat, makan prasmanan, kemudian cipika-cipiki apabila bertemu kawan lama.
Matilah orang-orang.
Bukan hanya karena virusnya.
Tapi karena penghasilan menciut sementara hajatan berkelanjutan.
Mending hajatannya cuma niat syukuran. Lah wong realitanya kebanyakan menjadikan hajatan sebagai salah satu sumber 'cari modal'. Entah itu untuk modal usaha, atau bahkan menambah bangunan di rumah.
Terus saya lagi mikir, nih. Kira-kira apa yang hendak buat saya mengadakan hajatan? Saya belum punya calon suami. Adik saya sudah 19 tahun mana mungkin dibuat acara khitanan rasul. Rencananya, kalau kucing saya melahirkan, saya ingin adakan hajatan untuk lahiran anaknya yang diperkirakan bakal kembar dua belas. Hitung-hitung untuk modal memperluas usaha, entah beli kamera, atau upgrade laptop baru ke merk kuda terbang yang panel editingnya dekat dengan kibor.
Akibat buru-buru nulis ini, saya jadi lupa kalau tadi sudah goreng kacang bakal dibuat bumbu sate menyambut idul adha esok hari.
Saran ya guys, bagusnya saya hajatan apa?
Mantapp orizuruori
BalasHapus