Tahun ini, tahun kedua ramadan di rumah. Sahur tidak khawatir telat, buka puasa tidak takut tanpa es teh manis. Walau sebenarnya aku bukan tim es kalau puasa, amandel ini nggak bisa diajak kompromi. Tapi, tidak ada ngabuburit karena aku di komplek hanyalah jomlo seorang diri. Maksudnya, temen-temen di kampung udah pada niqa. Jadi ngabuburitku hanyalah ngabubuwrite, alias nulis wattpad, nulis caption IG, nulis blog, nyelesaiin proyekan, dan paling penting nyiapin menu buka puasa. Dulu, kupikir, bakal selamanya di perantauan. Kalau lagi iseng, nyempil di sekret padahal udah alumni. Kukira bakal terus bareng temen-temen di rantau sana, tapi nyatanya enggak. Dari sini aku belajar, bahwa tak selamanya keadaan sama. Tak selamanya kita bisa tinggal dengan orang-orang yang kita inginkan. Tak selamanya kita melakukan hal-hal yang kita senangi. P.S. Foto di atas anggap saja foto yang kudapat sewaktu di perantauan. Ehe.